Kebijakan Rektor IPB Anti Sosial

Aksi Warga

Aksi Warga

JAKPORTAL.COM, Bogor - Ratusan warga lingkar kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan aksi unjuk rasa menolak kebijakan Rektor IPB yang anti sosial (Dramaga, Bogor, 31/03/2016)

"Tuntutan kami, kembalikan keadaan seperti semula. Jangan mengusik kehidupan warga dengan civitas akademika yang selama ini sudah bisa hidup berdampingan dengan damai. Buka portal-portal, dan jangan larang kami mencari nafkah disini", teriak Ato Subagyo, Koordinator Aksi Lapangan.

Program green campus IPB, telah berdampak buruk bagi hampir semua sendi kehidupan warga, terutama ekonomi dan sosial.

"Pogram green campus ini tidak layak secara hukum, ekonomi, maupun sosial. Kampus tak ubahnya industri yang berorientasi pada profit. Padahal secara jelas sudah diatur, bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi bersifat nirlaba. Jadi, kalau kampus kemudian melarang ojek, pedagang, tetapi memberi ruang kepada pihak ketiga (swasta) untuk mengelola lahan mata pencaharian warga, berarti asas tersebut dilanggar", ujar Fatiatulo Lazira, SH., kuasa hukum warga.

Dalam aksinya, warga menyayangkan tidak bisa ketemu rektor, walau hanya sekedar menyerahkan pernyataan sikap.

"Ini kacau, masa hanya ketemu saja tidak bisa? Tadi rektornya ada, lewat saja kayak robot. Sapa pun tidak. Itu guru besar lho, Profesor. Tapi kami tidak mundur, kami akan terus berjuang. Disini banyak guru besar. Banyak kaum terdidik, lebih pintar dari kami. Mudah-mudahan di rumah orang-orang pintar ini, bersemayam keberpihakan kepada rakyat kecil. Semoga", ujar warga dengan kesal.

Penulis: Radix

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir, melalui email redaksi[at]jakportal.com
beserta dengan biodata lengkap.
Kiriman Anda akan di muat di kanal citizen journalism (Suara Indonesia).
Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi dan mengikuti aturan Jakportal.com

Email Redaksi : redaksi[at]jakportal.com - Iklan : iklan[at]jakportal.com / marketing[at]jakportal.com


jakportal
Rate this article!
Tags:
Has been viewed 324 times