LBHKBR Advokasi Warga Lingkar Kampus IPB

Diskusi Warga Lingkar Kampus IPB (Rabu, 30/03/2016)

Diskusi Warga Lingkar Kampus IPB (Rabu, 30/03/2016)

JAKPORTAL.COM, Bogor - Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya (LBHKBR) mengadvokasi ratusan warga yang bertempat tinggal di lingkar kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) karena dampak program green campus yang dicanangkan oleh IPB dinilai bertentangan dengan hukum dan anti sosial. Hal ini dikemukakan oleh Direktur LBHKBR, Fatiatulo Lazira, SH., saat diwawancarai wartawan Jakportal.com (Rabu, 30/03/2016).

"Dampak atas kebijakan ini, melanggar hukum dan anti sosial. Kenapa? Karena IPB itu bukan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), melainkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang saat ini memiliki status sebagai Badan Hukum. Kendatipun PTS, sangat tidak tidak dibenarkan membuat kebijakan-kebijakan yang menciptakan jarak antara masyarakat dengan civitas akademika, apalagi melanggar hukum", kata Fati Lazira.

Menurutnya, berdasarkan pengaduan warga, dampak atas program green campus, yakni: akses warga untuk melewati kampus IPB tidak diperbolehkan oleh kampus. Hal ini berdampak pada dilarang nya tukang ojek yang biasa mencari nafkah di lingkungan kampus dan juga para pedagang.

"Tanah yang sekarang ditempati IPB itu, kan aset negara, dan konstitusi mengamanatkan bahwa harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Juga kalau kita merujuk pada Undang-Undang Pokok Agaria (UUPA), tanah itu mempunyai fungsi sosial. Lah ini warga dilarang maksudnya apa? Kalau alasannya untuk mengurangi emisi, kajiannya bagaimana? Harus adil, mobil-mobil juga tidak boleh masuk", lanjut Fati Lazira.

Beberapa bulan terakhir, IPB sedang mencangkan program green campus. Salah satu bagiannya ialah green transportation. Menurut warga, program ini dikerjasamakan dengan pihak ketiga (swasta), yang mengkapitalisir seluruh mata pencaharian warga, seperti tukang ojek.

"Program ini sudah dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Katanya (pihak kampus - red) nanti ada mobil listrik, itu yang menggantikan ojek", kata Ato Subagio, salah satu warga yang bertempat tinggal di sekiat kampus IPB.

Penulis: Radix

 

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir, melalui email redaksi[at]jakportal.com
beserta dengan biodata lengkap.
Kiriman Anda akan di muat di kanal citizen journalism (Suara Indonesia).
Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi dan mengikuti aturan Jakportal.com

Email Redaksi : redaksi[at]jakportal.com - Iklan : iklan[at]jakportal.com / marketing[at]jakportal.com


jakportal
Tags:
Has been viewed 358 times