Terampil Berpikir Benar Terhindar dari Cacat Logika dan Sesat Pikir

buku kitab anti bodoh
Judul: KITAB anti BODOH
Penulis: Bo Bennett, Ph.D
Penerbit: Penerbit Serambi
Tebal: 380 halaman

Jakportal.com - Setelah membaca buku ini, Anda akan menjumpai banyak kekeliruan berpikir dalam sehari-hari yang mungkin tak Anda sadari sebelumnya, termasuk barangkali kekeliruan pada diri Anda sendiri.

Kalimat diatas yang membuat saya pertama kali menjadi penasaran untuk membaca buku ini. Yang akhirnya membuat saya sepertinya harus membaca buku dengan setebal 380 halaman ini. Begitu mulai membacanya, saya merasa sulit untuk berhenti, padahal buku ini bukan buku cerita atau novel atau buku-buku lainnya yang biasa saya baca sebelumnya. Karena buku ini berisi tentang bagaimana cara terampil berpikir benar dan terhindar dari cacat logika, dan sesat pikir. Hal itulah yang mungkin menurut saya oleh penulisnya yaitu Bo Bennett, Ph.D memberikan judul buku ini Logically Fallacious.

Buku yang saya baca dalam bahasa Indonesia diberi berjudul KITAB ANTI BODOH, terjemahan Moh, Sidik Nugraha ini berisi istilah, gambaran teori, bentuk logika, dan contoh-contohnya, beserta pengecualian dan kiat-kita supaya kita tidak cacat logika.

Banyak cacat logika yang jarang dikenali, bukan benar-benar cacat logika, atau tidak berharga menyita waktu saya untuk dijelaskan secara terperinci dan tidak berharga menyita waktu Anda untuk dibaca dan dipahami. Dalam buku Kitab Anti Bodoh ini, terdapat Ada 46 jenis cacat logika baik teori atau istilah-istilahnya dan penjelasannya, 100 daftar cacat logika kelas B, 25 cacat logika paling umum.

Saya beritahu Anda, membaca buku ini akan membawa kita ke perjalanan yang merendahkan hati. Sikap kita akan berubah terhadap orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda berdasarkan nalar yang keliru karena menyadari bahwa pikiran kita yang emosional, kadang irasional, tak beralasan, dan tak logis sedang menghalangi kita.

Buku ini merupakan kursus kilat yang dimaksudkan untuk melontarkan Anda ke sebuah tempat Anda dapat memulai melihat segala yang Anda lihat sebagaimana keadaan sesungguhnya, bukan sebagaimana yang Anda kira.

Pembahasan dalam buku ini berpusat pada cacat logika yang secara bebas dijabarkan sebagai kekeliruan dalam proses berpikir. Dengan membaca tiap-tiap halaman, memperoleh kemajuan yang berarti dalam cara mempertimbangkan dan menentukan keputusan atau pernyataan.

Berikut beberapa contoh jenis cacat logika yang saya kutip dari tulisan Bo Bennett.
Istilah1 Cacat Logika: Mengacu pada titik Ekstrem (Reductio ad absurdum, hal.74)

Gambaran:

Secara keliru membuat argumen yang masuk akal jadi tidak masuk akal dengan mengiring argumen itu ke titik ekstrem.

Bentuk Logika:

Jika X benar Y pasti benar juga (dalam hal ini Y merupakan titik ekstrem dari X)

Contoh:

Ingatlah perintah Tuhan, "Jangan Membunuh!"
Dengan menggunakan obat kumur, Anda membunuh 99,9 persen kuman penyebab bau mulut. Siap-siaplah masuk neraka!

Penjelasan:

Tidak mungkin Tuhan mempertimbangkan obat kumur saat memerintahkan larangan membunuh. Jika ya, berdosalah kita (terutama kita yang bernapas segar).

Istilah2: Mengacu Kepada Tradisi (Argumentum ad antiquitatem, hal.102)

Gambaran:

Menggunakan pilihan orang zaman dulu, baik secara umum maupun khusus sebagai rujukan sejarah seseorang untuk membuktikan bahwa rujukan sejarah itu benar. Tradisi sering diturunkan dari generasi ke generasi tanpa didukung penjelasan lain, kecuali "dari dulu juga begini". Kata-kata itu bukan alasan, melainkan pertanda tiadanya nalar.

Bentuk Logika:

Kita boleh melakukan X secara turun-temurun.
Oleh karena itu, X benar.

Para leluhur menganggap X benar.
Oleh karena itu, X benar.

Contoh:

Kartono: Selama lima generasi, laki-laki di keluarga kita selalu kuliah di Universitas Stanford dan jadi dokter, sedangkan anak perempuannya menikah dan mengasuh anak. Oleh karena itu, sudah kewajibanku untuk jadi dokter.
Kartini: Apa kamu mau jadi dokter?
Kartono: Bukan itu masalahnya. Ini tradisi keluarga kita. Siapalah aku ini sampai berani melanggarnya?

Penjelasan:

Sebagaimana kita bisa memulai tradisi, kita juga dapat mengakhirinya. Sebuah tradisi bukanlah alasan untuk melakukan sesuatu. Itu seperti kita menonton satu film yang sama berkali-kali, tetapi tidak pernah mempertanyakan alasan kita terus menontonnya.


Menyingkap keyakinan tak masuk akal menjadikan seseorang rasional dalam sehari.
Menyingkap pemikiran tak masuk akal menjadikan seseorang rasional sepanjang hidup.

Buku karya Bo Bennett terbitan Serambi ini, dalam penulisan/terjemahan bahasa Indonesia terdapat beberapa typo sederhana, seperti salah ketik, atau penempatan hurufnya yang seharusnya.

Bo yang telah menulis banyak buku best seller, saat ini dikenal sebagai seorang psikolog atau motivator, meski dulunya adalah seorang programmer dan juga bisnisman. Anda harus juga harus tahu bahwa mantan atlet seni beladiri saat remaja ini juga memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Kegiatan pro bono yang dilakoninya berkisar di dunia pendidikan.

Kesuksesan yang diraih Bo Bennett sangat berbeda pendekatannya dengan para pakar kesuksesan yang selalu digembor-gemborkan yang banyak dilihat sekarang. Sains, pemikiran kritis, dan sekularisme.

Jh. Situmorang

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir, melalui email redaksi[at]jakportal.com
beserta dengan biodata lengkap.
Kiriman Anda akan di muat di kanal citizen journalism (Suara Indonesia).
Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi dan mengikuti aturan Jakportal.com

Email Redaksi : redaksi[at]jakportal.com - Iklan : iklan[at]jakportal.com / marketing[at]jakportal.com


jakportal
Tags:
Has been viewed 282 times