Tolak Lihat Meteran Kontrol, Petugas SPBU Mena, Ruteng Bentak Konsumen

SPBU Mena Ruteng

SPBU Mena Ruteng

JAKPORTAL.COM, Ruteng- Nasib nahas menimpa seorang konsumen sebuah SPBU di Mena, Ruteng, Manggarai bernama Irenius Suria. Pasalnya, pria yang akrab disapa Iren ini dibentak karyawan SPBU setempat saat dirinya hendak mengisi bensin motornya.

Kepada Jakportal.com Iren mengaku, awalnya hendak mengisi bensin motornya yang bermerk GL-Max di SPBU tersebut sekira pukul 08.00 Wita.

"Saya mengikuti antrean dan pada giliran saya, tepat berada depan mesin pengisisan, petugas mengarahkan saya untuk maju sekitar 2 meter ke depan," kisah Iren saat dimintai keterangannya melalui ponselnya, Senin (5/9).

Permintaan petugas SPBU tersebut ditolak Iren lantaran jarak mesin pengisian dengan motornya terlalu jauh. Penolakan Iren bukan tanpa dasar. Sebab Iren ingin melihat mesin pengontrol harga jual bensin.

Namun kata Iren, dirinya mendapat penolakan yang kasar dari petugas tersebut dan malah menuding Iren menggunakan kata kasar dengan mereka.

"Saya bilang pakai bahasa manggarai "coo kong ita laku mesin eme olo bail aku" (Bagaimana saya bisa lihat kalau jarak saya terlalu ke depan). Dia (petugas) jawab neka kasar nggitu ta (Jangan kasar begitu)," cerita Iren.

Situasi pun semakin memanas saat Iren memaksa petugas untuk melihat jalannya mesin kontrol harga tersebut. Bahkan solusi klasik dari petugas tersebut dengan hanya memberi nota kepada Iren.

 

IMG-20160905-WA0071

Namun Iren tetap mempertahankan argumennya sebagai konsumen yang mempunyai hak untuk melihat proses pengisian bensin tersebut.

Kata Iren, para petugas tersebut pun malah kembali menudingnya dengan meminta tidak boleh kasar terhadap mereka.

Para petugas tersebut pun meminta Iren supaya tidak mengisi bensin di SPBU tersebut sebab ngotot mengecek kontrol angka dan nilai harga di mesin SPBU itu.

"Datang satu petugas yang botak dan bilang, tidak usah isi di sini aja. Padahal selang bensin sudah mengarah ke tengki, sambil dia (petugas) tantang mau apa (mengajak berkelahi)," jelasnya.

Melihat tingkah petugas yang keluar jalur etis terhadap konsumennya, Iren pun dengan renda hati meminta maaf kepada petugas tersebut. "Saya jawab ok, saya minta maaf kalau pertanyaan saya dianggap kasar," jelasnya.

Sebelum pulang, Iren pun menanyakan kepada petugas kasir apakah dirinya tidak boleh melihat dan salah jika melihat di meteran kontrol harga, petugas tersebut pun menjawab bisa.

"Dia jawab iya pak, Tanki saya pun diisi tapi saya tidak bisa lihat lagi berapa sebetulnya volume literan yang saya bayar dan saya menyerahkan uang Rp 50 ribu. Ada kembalian tapi saya bilang simpan aja ini bukan soal uang yach. Setelah itu saya berusaha cari managernya di kantor tapi tidak ketemu dan saya pulang," pungkasnya.

Odi.

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir, melalui email redaksi[at]jakportal.com
beserta dengan biodata lengkap.
Kiriman Anda akan di muat di kanal citizen journalism (Suara Indonesia).
Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi dan mengikuti aturan Jakportal.com

Email Redaksi : redaksi[at]jakportal.com - Iklan : iklan[at]jakportal.com / marketing[at]jakportal.com


jakportal
Tags:
Has been viewed 292 times